banner
banner
banner
Rabu, 8 September 2010
mimbar

  Wawancara Detail Artikel Wawancara  
 

Senin, 24 Agustus 2009

Mentan: Kebutuhan Bahan Pokok Selama Ramadhan Hingga Akhir Tahun Aman

Oleh : Edy

MENTERI Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono menyatakan kebutuhan bahan pokok selama bulan Ramadhan dan Lebaran aman bahkan sampai akhir tahun 2009. Masyarakat dihimbau tidak perlu khawatir akan terjadinya kekurangan bahan pangan.

Bahkan, kedatangannya di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur, untuk memantau ketersediaan secara nasional yang diamati sejumlah komoditi diantaranya minyak goreng, kacang tanah, beras, daging sapi, daging ayam, dan cabe.

Semua cukup sampai akhir tahun bahkan berlebih. Kedua, pantauan soal harga, beberapa sayur naik buat petani bagus tapi buat konsumen karena berlebih. Misalnya, bawang merah dari delapan ribu menjadi tujuh ribu, jelas Anton, di sela-sela Oprasi Pasar di Pasar Induk Keramat Jati Jakarta, kemarin.
Apalagi, dari sisi cuaca sedang bagus elnio belum khawatirkan cermati 2010 pertama kemunduran masa tanam kalender sesuaikan kalendar tanam dan ketersediaan air, bahkan stok bulog masih tertinggi.
Berdasarkan data kekeringan yang tercatat, Deptan memprediksi kekeringan yang akan terjadi tahun ini tidak akan seburuk tahun 2007.

Areal sawah yang mengalami kekeringan maupun puso pada 2009 masih jauh dibawah musim kemarau tahun sebelumnya. Angka Badan Pusat Statisik juga menunjukan tahun 2009, produksi padi masih akan meningkat 3,71 persen dibandingkan tahun 2008.

Sementara, berdasarkan prognosa neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan tahun 2009, pasokan bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan hari besar keagamaan relatif aman dan surplus.
Kecuali daging sapi dan kacang tanah, kebutuhan untuk komoditas beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur, cabe merah, bawang merah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Menjelang hari-hari besar keagamaan tahun ini, kita tidak perlu khawatir akan terjadinya kekurangan bahan pangan, kata Mentan.

Komoditas beras terjadi surplus produksi sebesar 2.978,85 ribu ton, dengan memperhitungkan stok awal beras di Perum Bulog sebesar 1.3978,85 ribu ton dan rencana ekspor 100.000 ton, pada akhir tahun akan mendapat surplus 4.233,33 ribu ton.

Mentan mengatakan penurunan produksi pada periode Semtember-Desember 2009 akan dapat dipenuhi dari stok produksi bulan sebelumnya.

Saat ini produksi gula nasional diperkirakan mencapai 4.580,34 ribu ton, dengan perkiraan impor sebesar 379.000 ton, sampai akhir tahun 2009 akan terjadi surplus 1.454,94 ribu ton.
Kekurangan gula hasil produksi dalam negeri terjadi pada akhir tahun, yaitu bulan Desember dapat ditutupi dari stok bulan sebelumnya, ujar Mentan.

Sedangkan kebutuhan daging sapi sebesar 339,21 ribu ton. Bahkan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi sebesar 308,26 ribu ton, dari sapi lokal dan hasil penggemukan sapi bakalan impor 400.000 ton.
Untuk kebutuhan Agustus-Desember 2009 masih tersedia stok sapi lokal sebanyak 804.624 ekor. Apabila masih terjadi kekurangan akan di penuhi dari impor daging dan jeroan beku, ujarnya.
Sementara daging ayam ras tersedia sebesar 672,32 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 523,49 ribu ton. Disanping itu untuk kebutuhan Agustus-Desember 2009 masih tersedia stok ayam sebanyak 491.600 ekor.

Untuk telur ayam ras di katakan Mentan, tersedia sebesar 1.071.398 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan sebesar 1.071.061 ton. Kekurangan pada periode Agustus-Desember akan dapat dipenuhi dari elur ayam kampung dan telur unggas lainnya.

Meski ketersediaan bahan pangan secara umum dapat dikatakan aman, kita tetap perlu waspada dan mengantisipasi terjadinya berbagai kondisi yang dapat menyebabkan kegagalan penyediaan dan lonjakan harga pangan, imbau Mentan.(Edy)

 
Artikel lain :
2010 Indonesia Kembali Swasembada Beras
Andi R
Sensus Penduduk 2010 Dimulai 1 Mei
Gerry
Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Perlu Rangkul LSM
Dini Kinanthi
Yusron Ihza: Pemindahan Patok Perbatasan RI-Malaysia Masalah Serius
Salsabila
mimbar

Copyright 2004 jagat-isu.info