banner
banner
banner
Rabu, 8 September 2010
mimbar

  Wawancara Detail Artikel Wawancara  
 

Jumat, 3 Oktober 2008

Mari Alkatiri : Saya Senang SBY-JK Maju Lagi

Hubungan bilateral RI-Timor Leste Akan Makin Maju

Oleh : Gerry

Mantan PM Timor Leste Mari Alkatiri pada Kamis, 2 Oktober 2008 bertandang kediaman Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Berbatik merah Alkatiri tampak akrab dengan Din. Bincang-bincang santai pun mereka lakukan. Alaktiri tiba di kediaman Din di Kompleks Pejaten Indah, Jakarta Selatan, dengan ditemani anaknya Lukeno Alkatiri dan Ketua Komunitas Muslim Timor Leste Arif Abdul Sagran. Dalam perbincangan dengan Din Syamsuddin, Mari Alkatiri antara lain menyambut gembira pengumuman Yudhoyono untuk bertarung dalam Pilpres 2009 mendatang.

“Saya juga senang, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersedia mendampingi Yudhoyono dalam pemilihan Presiden kelak. SBY-JK adalah sahabatnya terutama ketika mereka bekerja sama dalam konferensi di Bali. Tapi apakah mereka dipilih, itu urusan orang Indonesia, bukan oleh Timor Leste,” ungkap Alkatiri dalam bahasa Inggris.

Terkait hubungan bilateral dengan Timor Leste, Mari mengatakan tak memiliki beban apapun ketika siapa saja yang terpilih nanti menjadi orang nomor satu di Indonesia. Namun demikian, dirinya tetap memuji kinerja SBY-JK dalam mengusahakan hubungan bilateral dengan Timor Leste.

Diungkapkan pula bahwa kedatangannya ke Indonesia tidak ada agenda politik. Ia dating murni hanya untuk bersilaturahmi dan atas undangan Menteri Agama RI Maftuh Basyuni, untuk shalat Idul Fitri berjamaah di Istiqlal bersama undangan lain. Dirinya sudah bertemu langsung dengan Presiden Yudohyono dan Wapres Jusuf Kalla di Istana dan di rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro. Pertemuan itu dalam rangka silaturahmi sebagai sesama muslim dan pemimpin. Dirinya berharap kerjasama dengan Indonesia, khususnya Muhammadiyah dapat ditingkatkan. Sejumlah putera Timor Leste kini bersekolah dan kuliah di institusi pendidikan Muhammadiyah di Malang dan Jakarta.

Tentang situasi politik di Timor Leste pascakejatuhannya dari kursi Perdana Menteri, Mari mengatakan terjadi korupsi di mana-mana. Namun dirinya tidak dapat berbuat banyak karena kedudukan Fretilin di parlemen Timor Leste saat ini, hanya 30 persen dari kursi parlemen. Namun dalam Pemilu 2012 mendatang, Fretilin menargetkan meraih 51 persen kursi.

Tentang sikapnya terhadap pemerintahan Zanana Gusmao, Mari mengatakan pemerintahan Xanana tidak memiliki legitimasi yang kuat, sehingga sudah saatnya untuk diganti.
“Mereka tidak punya kapasitas untuk memerintah. Kami tidak pernah mengakui Xanana sebagai pemerintah yang legitimate. Apalagi kasus korupsi terjadi di mana-mana”, tegas Mari.
Dirinya merencanakan akan mendemo Xanana, namun kapan waktunya belum dapat dipastikan. Kemungkinan satu atau dua bulan ke depan, karena untuk memobilisasi massa dalam jumlah banyak tidak mudah. Dirinya tidak khawatir jika aksinya itu akan mendapatkan aksi balasan hingga tindakan represif dari Xanana. Bahkan, apabila Xanana mengerahkan polisi atau tentara untuk menghadapi aksi damai itu tidak akan efektif, sebab ia akan melakukan aksi damai tanpa kekerasan.

“Kalau Xanana melakukan kekerasan akan semakin menunjukkan sifat aslinya. Jika itu dilakukan akan menjadi suatu kesalahan bagi Xanana”, kata Mari antusias.



 
Artikel lain :
2010 Indonesia Kembali Swasembada Beras
Andi R
Sensus Penduduk 2010 Dimulai 1 Mei
Gerry
Wakil RI di Komisi HAM ASEAN Perlu Rangkul LSM
Dini Kinanthi
Yusron Ihza: Pemindahan Patok Perbatasan RI-Malaysia Masalah Serius
Salsabila
mimbar

Copyright 2004 jagat-isu.info