banner
banner
banner
Rabu, 8 September 2010
mimbar

  Opini  
 

Kamis, 11 Maret 2010

Angkasa

Boikot Bukan Kepentingan Rakyat

Oleh : Angkasa


DPR memang tidak pernah memikir rakyatnya yang telah nyata-nyata memilih mereka menjadi wakil di parlemen. Kengototan para anggota DPR yang berencana memboikot Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat-rapat DPR adalah bukti konkrit bahwa para anggota DPR 100 persen hanya mementingkan partai, padahal kepentingan rakyat diatas segalanya.

Rencana aksi boikot kepada Sri Mulyani akan dilaksanakan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010. Politikus senior dan juga mantan anggota pansus dari PDIP mengklaim bahwa aksi boikot para anggota DPR adalah bagian dari sanksi politik kepada Sri Mulyani yang diduga terkait dengan masalah hukum dalam penangan bailout Century.

Sebagai masyarakat biasa saya sedih dan juga bingung, ternyata aksi berebut kekuasaan terus dipertontonkan oleh sebagian kelompok yang kalah perang (pemilu). Dengan berbagai manuver politik terus dilakukan. Walaupun dalam bahasa politik Sri Mulyani dianggap paling bertanggungjawab dalam pengucuran dana talangan Bank Century. Apa yang disampaikan oleh pengamat politik Cipta Lesmana bahwa rencana boikot yang akan dilakukan oleh anggota DPR kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani hanya akan menganggu kepentingan rakyat, karena apa yang akan disampaikan sangat berkaitan dengan anggaran untuk masyarakat.

Para anggota DPR seharus banyak bertobat, sehingga bisa menjaga hati untuk tidak melakukan korupsi seperti sejumlah anggota DPR sebelumnya. Kesadaran membenahi perilaku buruk juga harus disegerakan, untuk menghindari tindakan korupsi berjamaah seperti yang akhir-akhir ini sedang ramai diberitakan. Dan jangan salahkan rakyat bila DPR dicap sebagai maling yang teriak maling.

Hendriwan Angkasa, Tanah Sereal, Tambora, Jakbar

 
Artikel lain :
Rabu, 8 September 2010
ronald
Rabu, 8 September 2010
wawan
Selasa, 7 September 2010
Gracelina
Selasa, 7 September 2010
Ade Rachman
mimbar

Copyright 2004 jagat-isu.info