|
Kamis, 11 Maret 2010
Riris
Wakil Rakyat Jangan Bertindak Bodoh
Oleh : Riris
Kalimat pujian antara pantas atau tidak pantas adalah sebuah penilaian subyektif masyarakat. Namun ketika ada Insiden pelemparan botol dalam Sidang paripurna DPR, ada anggota DPR naik ke meja sidang, ada sebuah kalimat “bangsat” dan ada kalimat “suara setan” di pansus DPR, sepertinya layak kalau memberikan penilaian obyektif bahwa perilaku dan contoh aksi tersebut adalah telah menyimpang dan sangat bodoh.
Kenapa kaum intelektual yang notabene-nya menjadi wakil rakyat melakukan hal yang bodoh dan menjijikan. Alangkah sangat disayangkan seharusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada rakyat dan bukan sebaliknya.
Mereka telah mengubur dalam-dalam etika berbangsa serta mengubur hidup-hidup nilai-nilai Pancasila sebagai simbol Negara. Rasanya terlalu mewah berharap kepada wakil rakyat dapat menjalankan secara nyata yang terdapat dalam butir-butir Pancasila tersebut. Mereka nyaris hanya menjalankan sila yang pertama sedangkan sila kedua dan selanjut mereka campakkan. Mereka juga hanya mengejar napsu kekuasaan belaka. Pantaskah kalau demikian, Lalu siapa yang seharusnya menjadi contoh dan tauladan bagi kita kalau para wakil rakyat memberikan contoh buruk seperti itu?.
Riris Herawati, Kp Utan, Ciputat, Tangerang
|