|
Kamis, 11 Maret 2010
daud
Terus Habisi Pelaku Terorisme!
Oleh : daud
Kelompok yang diduga terkait terorisme dari poros di Aceh-Banten-Jawa Barat diindikasi merupakan bentuk bangkitnya aliansi dari sejumlah kelompok yang berideologi serupa. Hal itu terindikasi dalam operasi terorisme polisi dua pekan terakhir.
Informasi yang dihimpun di kepolisian, menyebutkan, sedikitnya ada empat kelompok yang terlibat dalam poros Aceh-Pamulang yang dibekuk polisi selama dua pekan operasi. Salah satu di antaranya masih terkait Al-Jama’ah Al-Islamiyah. Tak ada unsur Gerakan Aceh Merdeka yang terlibat. Sementara beberapa dari para tersangka yang ditangkap hidup dan mati tersebut juga merupakan pemain lama, buronan, dan bekas narapidana terorisme.
Pasca tertangkapnya gembong-gembong jaringan teroris, para pengikutnya tetap berupaya untuk bangkit kembali dengan strategi yang lebih rapi. Wilayah Aceh dimanfaatkan sebagai basis pelatihan yang ideal, karena merupakan bekas daerah konflik. Tidak tertutup kemungkinan, kelompok aliansi tengah memproyeksikan model serangan baru, tak lagi sekadar pengeboman. Hal ini sungguh berbahaya.
Dari operasi di Aceh Besar sejak 20 Februari, 15 tersangka ditangkap hidup dan dua tersangka ditangkap mati. Polisi menyita ribuan peluru dan sejumlah senjata api. Kelompok di Aceh terendus polisi mengadakan pelatihan militer yang diikuti peserta dari sejumlah wilayah di Indonesia, tak hanya Jawa Barat dan Banten. Beberapa dari tersangka itu pernah terlibat dalam pengeboman Kedutaan Besar Australia tahun 2004. Selain itu, polisi juga telah meringkus dua orang di Jawa Barat yang diduga terlibat pemasokan senjata.
Sementara dari operasi tim satgas antiteror Polri di dua lokasi di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, tiga orang ditangkap mati dan tiga orang ditangkap hidup. Polisi tak menemukan bahan peledak di lokasi pengepungan. Salah satu dari tiga jenazah itu adalah buronan lama, Dulmatin.
Dulmatin sendiri tewas ditembak polisi di Warnet Multiplus Ruko Puri Pamulang Blok A No 6 di Jalan Siliwangi, Pamulang, pukul 11.30. Dari jasadnya, polisi menyita sepucuk revolver berisi 6 peluru yang salah satunya sudah ditembakkan dan 7 butir peluru lain.
Memang, dari sudut pandang keamanan, operasi polisi terbilang sukses untuk mencegah terjadinya aksi serangan teroris. Tumpas habis aksi terorisme!
T. DAUD YUSUF
Bukit Duri Selatan, Tebet
JAKARTA SELATAN
daud_ysf@yahoo.com
|