|
Rabu, 10 Maret 2010
Cut Anggi
Waspadai Aceh Dijadikan Sarang Teroris
Oleh : Cut Anggi
Pelaku teror atau teroris selalu mencari tempat yang aman dan celah hukum untuk berlindung di masyarakat. Fenomena baru bagi aksi para teroris berlindung di daerah pasca konflik sangat dimungkinkan terjadi seperti di Aceh yang warganya sebagian besar muslim. Oleh karena itu, perlu diwaspadai Aceh akan dijadikan sarang teroris.
Beberapa waktu lalu di Aceh, terjadi baku tembak antara aparat kepolisian Densus 88 dengan para teroris, menewaskan 3 polisi dan 1 orang teroris. Para teroris memanfaatkan situasi Aceh pasca konflik untuk latihan militer dan merampok untuk mengumpulkan dana operasi para teroris. Teroris di Aceh merupakan jaringan dari Jawa.
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf mengakui bahwa teroris yang tertangkap di Aceh berasal dari Pamulang, Tangerang, Banten. Diantara teroris yang ditangkap di Aceh, ada orang Pamulang. Teroris yang ada di Aceh berjumlah 50 orang. Mereka sudah direkolisir di suatu tempat. Di antara mereka sudah ada yang tewas. Seperti di Padang Tiji saat sweeping. Lalu, ada juga yang tewas setelah kontak senjata.
Menurut Irwandi, para teroris itu masuk ke Aceh dengan memakai isu Islam dan syariah. Mereka mengira di Aceh mereka aman. Karena masyarakat Aceh itu Islam dan isu syariah kuat di Aceh. Tapi mereka keliru.
Menghimbau kepada pemerintah daerah seluruh Indonesia agar waspada terhadap aksi teroris yang ingin berlindung di wilayahnya, seperti yang terjadi di Aceh. Masyarakat juga harus aktif memberikan informasi kepada aparat keamanan jika menemukan orang yang mencurigakan. Aparat keamanan juga harus lebih giat mendeteksi gerakan terosime di seluruh pelosok tanah air. Mari kita berantas terorisme dari bumi Indonesia.
Cut Anggi
Villa Ciomas Indah, Ciomas Rahayu, Ciomas, Bogor 16610
Email: cutang@plasa.com
|